Sabtu, 15 Desember 2012

MOBIL PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN

MPLIK ( Mobil Pusat Layanan internet Kecamata ) SUMATERA BARAT Untuk wilayah kerja PASAMAN enam orang personil dan 6 unti kendaraan berkumpul dan melakukan rapat koordinasi dan evaluasi.

Rabu, 26 Desember 2007

TANAMAN LANGKA SAAT INI


AREN
Tanaman langka yang saat ini belum banyak orang yang memikirkannya

Tanaman aren (Arenga pinnata MERR) merupakan tanaman dari suku Palmae yang memiliki nilai ekonomis jika diusahakan secara serius, karena seluruh bagian dari tanaman ini baik batang, daun, buah, mayang, ijuk yang dihasilkan dapat digunakan untuk keperluan kehidupan manusia. Aren ternyata dapat menghasilkan 60 jenis produk bernilai ekonomi dan berpotensi eksor, aren berperan sebagai sumber gula, penyuplai energi dan berfungsi dalam pelestarian lingkungan hidup.

Pemanfaatan tanaman aren di Indonesia sudah berlangsung lama. Namun agak lambat perkembangannya menjadi komoditi agribisnis karena sebagian tanaman aren yang diusahakan adalah tumbuh secara alamia atau belum dibudidayakan. Budidaya tanaman aren baru mendapat perhatian mulai tahun 2002 setelah mendapat perhatian pemerintah untuk mendapat teknologi tentang aren. Teknogi tanaman aren yang sudah diteliti antara lain teknik pembibitan, teknik penyadapan dan pengawetan nira, teknik pengolahan gula cetak, gula semut dan teknik pengolahan "palm wine".

Tanaman aren ini tersebar pada hampir seluruh wilayah di Indonesia seperti Papua, Maluku, SumateraUtara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Banten, Sulawesi, Bengkulu, Kalimantan selatan dan Nangro Aceh Darusalam.

Pengelolaan dan pembudidayaan tanaman aren perlu dilakukan mengingat tanaman aren mempunyai kegunaan bagi kehidupan manusia, juga merupakan tanaman yang dapat berperan dalam mencegah erosi tanah terutama daerah-daerah yang terjal karena akar tanaman aren dapat mencapai kurang lebih 6 meter pada kedalam tanah.


Lihatlah saudaraku !!!!!!

Berapa banyak hutan kita yang masih gundul?

Berapa nilai ekonomi dari tanaman aren ini?

Bagai mana kehidupan masyarakat kita ssaat ini?

Berapa banyak masyarakat dibawah prasejahtera?

Bisakah aren menjadi solusinya?

Wahai saudaraku mari kita bangun masyarakat kita jadikan mereka sejahtera dan bahagia, kita tanam pohon aren di setiap hutan gundul, jadikan tanaman produksi perkebunan 6 hingga 7 tahun mendatang lihatlah hasil dari produksi aren, ijuk, nira (gula aren), lidi, sagu dan urat untuk bahan obat-obatan. kenapa tidak kita budi dayakan bersama-sama

Saya sudah pernah mencoba membibitkan pohon ini dan sudah ada yang saya tanam dikebun. Sayangnya saya hanyalah seorang yang lemah dan tidak bermodal apa-apa. Siapakah yang mau bergabung untuk membudi-dayakan aren ini kita bibitkan di Tanjung Beringin Lubuk Sikaping Pasaman Sumatera Barat.

hubungi saya email : ridh_tuah@yahoo.com

Kamis, 13 Desember 2007

Metode dan Cara Mengajar










Metode dan Cara Mengajar
Kata pengantar

Alhamdulillah, sukur terhap Allah AWT serta selawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW , sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini .

Makalah ini berisi berbagai tulisan yang membahas semua hal tentang metode mengajar dan hal-hal yang berhubungan dengan tugas guru dalam mengajar serta bagaimana meningkatkan ketrampilan guru dalam mengajar.

Semoga ini bermanfaat bagi diri saya pribadi dan juga kawan-kawan sepropesi guru
Mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan saya
Terimakasi

Penulis

Metode dan Cara Mengajar

Ada beberapa cara / metode guru dalam mengajar serta bagaimana meningkatkan ketrampilan guru dalam mengajar.


Prinsip Dasar dalam Metode Mengajar

Mengajar adalah suatu seni. Guru yang cakap mengajar dapat merasakan bahwa mengajar Sekolah adalah suatu hal yang menggembirakan, yang membuatnya melupakan kelelahan. Selain itu guru juga dapat mempengaruhi muridnya melalui kepribadiannya. Guru yang ingin murid-muridnya mengalami kemajuan, perlu mengadakan pengamatan dan penelitian terhadap teori dan praktek mengajar sehingga ia dapat terus-menerus meningkatkan cara mengajar. Sepuluh jenis prinsip dasar dalam cara mengajar yang disajikan di bawah ini, dapat dipakai sebagai petunjuk oleh para guru Sekolah guna meningkatkan cara mengajar mereka.

Menguasai Isi Pengajaran

Hukum yang pertama dalam teori "Tujuh Hukum Mengajar" dari John Milton Gregory berbunyi: "Guru harus mengetahui apa yang diajarkan." Jika guru sendiri mengetahui dengan jelas inti pelajaran yang akan disampaikan, ia dapat meyakinkan murid dengan wibawanya, sehingga murid percaya apa yang dikatakan guru, bahkan merasa tertarik terhadap pelajaran.

Mengetahui dengan Jelas Sasaran Pengajaran

Pengajaran yang jelas sasarannya membuat murid melihat dengan jelas inti dari pokok pelajaran itu. Mereka dapat menangkap seluruh liputan pelajaran, bahkan mengalami kemajuan dalam proses belajar. Empat macam ciri khas yang harus diperhatikan pada saat memilih dan menuliskan sasaran pengajaran:

Inti dari sasaran harus disebutkan dengan jelas.
Ungkapan penting dari sasaran harus bertitik tolak dari konsep murid.
Sasaran harus meliputi hasil belajar.
Hasil sasaran yang dapat dicapai. Contoh:
Murid mengetahui dengan jelas Materi yang diajarkan
Murid memahami inti sari pelajaran.
Murid sudah dapat mempelajari pelajaran berkutnya
Murid dapat menguasai tehnik belajar.

Contoh-contoh di atas telah menjelaskan empat macam hasil belajar yang berbeda: pengetahuan, pengertian, sikap, dan ketrampilan.

Utamakan Susunan yang Sistematis

Pengajaran yang tidak bersistem bagaikan sebuah lukisan yang semrawut, tidak memberikan kesan yang jelas bagi orang lain. Tidak adanya inti, tidak tersusun, tidak sistematis, akan sulit dipahami dan sulit diingat. Oleh sebab itu inti pengajaran harus disusun dengan teratur dan sistematis.

Banyak Gunakan Contoh Pembelajaran

Untuk pelajaran matematika gunakan contoh-contoh soaldan lankah-langkahnya.

Cakap Menggunakan Bentuk Cerita

Bentuk cerita tidak hanya diutarakan dengan kata-kata, namun juga boleh dicoba dengan menambahkan gerakan-gerakan, yang memperdalam kesan murid. Bentuk yang paling lazim adalah menggunakan perumpamaan untuk menjelaskan kebenaran.

Menggunakan Panca Indera Murid

Penggunaan bahan pengajaran yang berbentuk audio visual berarti menggunakan panca indera murid. Bahan pengajaran audio visual bukan saja cocok untuk Sekolah anak-anak, juga untuk Sekolah pelbagai usia. Ensiklopedia adalah buku yang sering dipakai oleh para ilmuwan, namun di dalamnya terdapat banyak penjelasan yang menggunakan gambar-gambar. Itu berarti bahwa para ilmuwan pun perlu bantuan gambar untuk mengadakan penelitian. Para ahli pernah mengadakan catatan statistik selama 15 bulan, sebagai hasilnya mereka mendapatkan persentase dari isi pelajaran yang masih dapat diingat oleh murid: bagi murid yang hanya tergantung pada indera pendengaran saja masih dapat mengingat 28%, sedangkan bagi murid yang menggunakan indera pendengaran ditambah dengan indra penglihatan dapat mengingat 78%.

Melibatkan Murid dalam Pelajaran

Melibatkan murid dalam pelajaran dapat menambah ingatan mereka, juga motivasi dan kegemaran mereka. Cara itu dapat menghilangkan kesalahpahaman yang mungkin terjadi ditengah pertukaran pikiran antara guru dan murid, selain mengurangi tingkah laku yang mengacau. Misalnya: biarkan murid menggunakan kata-katanya sendiri untuk menjelaskan argumentasi atau pendapatnya; biarlah murid menggali dan menemukan hubungan antar konsep yang berbeda, biarlah murid bergerak sebentar. Jika murid sibuk melibatkan diri dengan pelajaran, maka tidak ada peluang lagi untuk mengacau atau membuat ulah.

Menguasai Kejiwaan Murid

Guru yang ingin memberikan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid, tentu harus memahami perkembangan jiwa murid pada setiap usia. Ia juga harus mengetahui dengan jelas kebutuhan dan masalah pribadi mereka. Pengertian antara guru dan murid adalah syarat utama untuk komunikasi timbal balik. Komunikasi yang baik dapat membuat penyaluran pengetahuan menjadi lebih efektif.

Gunakanlah Cara Mengajar yang Hidup

Sekalipun memiliki cara mengajar yang paling baik, namun jika terus digunakan dengan tidak pernah diubah, maka cara itu akan hilang kegunaannya dan membuat murid merasa jemu. Cara yang terbaik adalah menggunakan cara mengajar yang bervariasi dan fleksibel, untuk menambah kesegaran.

Menjadikan Diri Sendiri Sebagai Teladan

Masalah umum para guru adalah dapat berbicara, namun tidak dapat melaksanakan. Pengajarannya ketat sekali, namun kehidupannya sendiri banyak cacat cela. Cara mengajar yang efektif adalah guru sendiri menjadikan diri sebagai teladan hidup untuk menyampaikan kebenaran, dan itu merupakan cara yang paling berpengaruh. Kewibawaan seseorang terletak pada keselarasan antara teori dan praktek. Jikalau guru dapat menerapkan kebenaran yang diajarkan pada kehidupan pribadinya, maka ia pun memiliki wibawa untuk mengajar.


Cara Mempersiapkan Pembelajaran

Keberhasilan seorang guru Sekolah dalam mengajar ditentukan dari bagaimana guru melakukan persiapan sebelum mengajar. Persiapan apakah yang dibutuhkan oleh guru? Berikut ini merupakan persiapan dasar yang perlu dilakukan oleh guru Sekolah :

BERDOABerdoalah terlebih dahulu sebelum memulai persiapan mengajar. Mintalah Kepada Tuhan Yang mMaha Esa (Allah) untuk menerangi pikiran dan perasaan anda.

BACABacalah dengan seksama semua materi yang akan anda ajarkan. Jika materi/cerita itu diambil dari Sejarah maka anda harus membaca bagian Buku Sejarah tsb. dengan teliti. Sambil membaca imajinasikan cerita itu dalam pikiran anda.

PELAJARIPelajari dengan baik tema pelajaran, tujuan pelajaran, dan inti pelajaran supaya anda dapat mengarahkan pelajaran dengan baik.


HAFALKANHafalkan ceritanya. Kalau anda ingin anak menghafal cerita tersebut maka anda sendiri juga harus menghafalkannya. Sebelum meminta anak untuk menghafalkan terangkan lebih dahulu masud dari cerita tersebut sesuai dengan konteksnya.

RENUNGKANMulailah dengan membaca latar belakang pelajaran, baik dari kamus, ensiklopedia, ikstisar atau tafsiran agar anda mengetahui dengan jelas konteks kejadiannya. Lalu renungkan hal ini. Anda pilih satu inti pengajaran yang anda dapatkan.

LATIHANUntuk anda bisa menyampaikan pelajaran dengan baik, lakukan latihan kalau perlu latihlah di depan cermin agar anda dapat melihat mimik dan ekpresi wajah Saudara dengan jelas.

SIAPKANSiapkan metode mengajar dan alat peraga yang cocok. Kalau perlu buatlah alat-alat untuk aktifitas anak agar dapat membuat anak ingat akan inti pengajaran yang diajarkan.

PERIKSA ULANGUlangi hal-hal yang perlu diulangi lagi. Sebagai penutup berdoalah sekali lagi. Mengucap syukurlah kepada Tuhan akan setiap kesempatan yang Dia berikan kepada anda


Mengumpulkan Bahan Pelajaran

Seorang guru yang terlatih mengetahui bahwa dia memerlukan persiapan. Sikap tenang di depan kelas tidak bisa dipertahankan tanpa menguasai bahan pelajaran. Persiapan yang matang menghendaki rencana tertentu, sedang rencana tertentu meliputi pilihan bahan yang cocok.

Sumber Bahan

Seorang guru yang cakap memakai bahan dari berbagai sumber untuk meningkatkan mutu pelajarannya.

A. Buku Pedoman Guru
Dalam mempelajari pelajarannya, seorang guru akan membaca Buku, mula-mula untuk mengetahui ceritanya; kemudian untuk mengetahui kejadian-kejadiannya, berikutnya untuk orang-orang yang disebutkan di dalam cerita itu, kemudian doktrin dan ajarannya yang praktis; dan akhirnya untuk mengetahui inti cerita itu. Setelah penyelidikan yang dilakukannya sendiri, guru harus mencari keterangan tambahan dari buku pedoman guru dan sumber lain. Dengan mengikuti urutan ini, dia secara pribadi menemukan banyak fakta yang disebutkan di dalam sumber-sumber lain itu dan merasa puas telah meletakkan dasar bagi pengajarannya.

Buku pedoman guru harus melengkapi pengetahuan guru. Buku itu harus dipakai bersama dengan Buku, jangan sebagai pengganti Buku. Setiap guru yang memakai buku pedoman guru tanpa menelaah isi Buku terlebih dahulu mungkin tidak akan menyajikan pikiran-pikiran atau pengajaran yang telah ditemukannya sendiri.

B. Sumber-sumber yang Ada Dewasa Ini Banyak sekali sumber yang dapat memperkaya pelajaran: pengalaman guru dan murid; kejadian-kejadian masa kini yang terdapat dalam majalah, surat kabar, buletin, radio dan televisi.
Guru yang tahu akan kejadian-kejadian yang mutakhir, yang mengerti pokoknya dengan baik, dan yang mengerti murid-muridnya akan mengajar dari kelimpahan hidupnya. Karena guru itu sendiri panjang akal, maka dia akan mendorong sifat ini di dalam murid- muridnya.


Merencanakan Satu Jam Pelajaran

MEMAHAMI TUJUAN

Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam tiap jam pelajaran, satu tujuan harus sudah dirumuskan terlebih dahulu dengan seksama. Tujuan itu seperti pusat atau poros dari seluruh jam pelajaran dan ikut menentukan tiap-tiap unsur jam pelajaran itu. Sebelum memahami tujuan pelajaran tersebut.
.
Sekarang tibalah waktunya guru memahami tujuan yang diberikan dalam bahan pelajaran. Guru harus bertanya:
Apakah tujuan itu jelas bagi saya?
Apakah tujuan itu realistis untuk anak kelas saya?
Apakah yang harus disesuaikan?

Dalam perencanaan satu jam pelajaran guru secara aktif akan berusaha agar anak mencapai tujuan pelajaran. Karena itu guru sendiri harus meyakini tujuan pelajaran itu terlebih dahulu. Jika penyesuaian tujuan perlu diusahakan, guru mencari pengganti unsur tertentu yang menyebabkan tujuan dirasakan terlalu berat atau terlalu ringan.

GARIS BESAR PEMBAGIAN SATU JAM PELAJARAN

Kerangka satu jam pelajaran dapat terdiri dari tiga bagian, yaitu:

Pembukaan
Cerita
Penerapan/Respons
Penutup Pelajaran
Kesimpulan
Riset dan Tugas


Persiapan Sebelum Waktu Mengajar

Ada tahap-tahap penting dalam pekerjaan kita yang sering kali kita lalaikan. Tahap-tahap ini harus direncanakan sebaik-baiknya, sama seperti jam pelajaran untuk mengajar. Rencana persiapan tidak hanya dipersiapkan di rumah (jauh-jauh hari sebelum hari mengajar), tapi juga ketika hari mengajar sudah tiba, yaitu ketika kita hadir di kelas! Oleh karena itu sebelum pelajaran dimulai, bahkan sebelum saat murid-murid hadir, kita sudah harus mulai melaksanakan persiapan.

WAKTU SEBELUM MENGAJAR

Waktu untuk mengajar di Sekolah sesungguhnya terlalu singkat untuk dapat mencapai semua tujuan kita, akan tetapi waktu dapat ditambahkan sepuluh atau lima belas menit jikalau Anda merencanakan suatu waktu tambahan sebelum pelajaran dimulai. Anda harus tiba sebelum murid pertama datang dan membuat satu rencana tertentu untuk waktu tambahan itu. Rencana Anda untuk mengisi waktu sebelum mengajar, termasuk pula partisipasi murid untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan tingkat umur mereka.

1. Tingkat Asuhan atau Persiapan:
2. Tingkat Pratama:
3. Tingkat Madya:
4. Tingkat Remaja:

DOA
Doa merupakan bagian dari mengajar yang memerlukan pertimbangan dan persiapan dari pihak guru. Anda mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mendidik murid-murid Anda untuk berdoa.

ULANGAN
Apakah yang Anda selesaikan lalu? Bagian pelajaran manakah yang cocok dengan pelajaran saat ini? Siapkanlah satu tinjauan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Hindarkanlah cara-cara yang membosankan seperti, "Nah, pelajaran apa yang kita pelajari yang lalu?" (Apakah Anda sendiri ingat jikalau Anda tidak cukup mempersiapkan diri?)

MENGAKHIRI PELAJARAN
Apa yang terjadi pada waktu lonceng tanda pelajaran berakhir berbunyi? Tentunya sukar menarik lagi perhatian mereka pada waktu itu, karena itu aturlah supaya pelajaran mencapai puncaknya sebelum lonceng berbunyi.

Rencana untuk bagian akhir pelajaran meliputi pengulangan secara singkat dengan menggarisbawahi pelajaran untuk berikutnya, pemberian pekerjaan rumah dan doa penutup



Mengajar dengan Alat Peraga

Media mengajar yang paling dikenal di dalam pelayanan anak sering disebut dengan istilah singkat, alat peraga. Alat peraga dapat berbentuk gambar, flashchard, wayang, boneka jari, rumah, boks pasir dan lain sebagainya. Bahan dari alam semesta juga bisa dipakai sebagai media mengajar. Bahan tersebut dikenal dengan istilah: peraga benda, antara lain bunga, daun dan buah-buahan. Semua yang menolong untuk menerangkan berita yang ingin disampaikan dan memberi kesan yang tepat dan dalam kepada anak, termasuk media mengajar.

Asal-usul Media Mengajar

Media mengajar alat peraga dan peraga benda sering disebut sebagai alat modern, karena kesadaran mengenai pentingnya memakai media mengajar dalam pelayanan anak yang masih baru.. Melalui pemakaian alat peraga dan peraga benda, imajinasi anak dirangsang, perasaan anak disentuh dan kesan yang mendalam diperoleh. Melaluinya anak belajar dengan semangat dan dapat mengingat dengan baik.

Mengapa Mengajar dengan Alat Peraga?

Dalam mengajar, panca indera dan seluruh kesanggupan seorang anak perlu dirangsang, digunakan dan dilibatkan, sehingga tak hanya mengetahui, melainkan dapat memakai dan melakukan apa yang dipelajari. Panca indera yang paling umum dipakai dalam mengajar adalah "mendengar". Melalui mendengar, anak mengikuti peristiwa demi peristiwa dan ikut merasakan apa yang disampaikan. Seolah-olah telinga mendapatkan mata. Anak melihat sesuatu dari apa yang diceritakan. Namun ilmu pendidikan berpendapat, bahwa hanya 20% dari apa yang didengar dapat diingat kemudian hari. Kesan yang lebih dalam dapat dihasilkan jikalau apa yang diceritakan "dilihat" melalui sebuah gambar. Dengan demikian melalui "mendengar" dan "melihat" akan diperoleh kesan yang jauh lebih dalam. Media Mengajar (alat peraga dan peraga benda) seperti: gambar, gambar berkembang, flashcard, slides menolong anak untuk mengingat dengan lebih baik, yaitu mampu mengingat 50% dari apa yang didengar dan dilihatnya.

Keseimbangan dalam Memakai Alat Peraga

Pemakaian alat peraga merangsang imajinasi anak dan memberikan kesan yang dalam! Meskipun begitu, alat peraga dan peraga benda perlu dipakai secara seimbang. Umpamanya, pada satu pelajaran hafalan diajar dengan menggunakan alat peraga. Pada kesempatan lain, permulaan cerita mendapat perhatian yang khusus, dan pada pelajaran lainnya lagi, seluruh cerita diperagakan. Melalui cara ini setiap hari , anak memperoleh "sesuatu yang khusus". Hal ini membangun rasa ingin tahu anak dari ke . Dalam memilih alat peraga atau peraga benda, guru perlu waspada, sehingga tidak memakai:

Media mengajar yang terlalu kecil sehingga anak sulit melihat, dan menjadi ribut.
Gambar yang terlalu asing pada perasaan anak, umpamanya gambar tertentu dari luar negeri yang kurang cocok di Indonesia. Perasaan aneh atau lucu tidak menguntungkan dalam proses belajar mengajar ini.

Karena itu sebaiknya guru hanya memakai alat peraga yang tepat dan bermutu sebagai alat bantu mengajar.


Membuat Alat Peraga Sendiri

Anda dapat berkreasi dan membuat sendiri alat peraga dengan bahan-bahan yang ada di sekitar anda atau dari benda-benda yang sudah tidak terpakai. Berikut ini beberapa tips/kreasi mengenai alat peraga yang dapat dipakai dalam mengajar.
Gambar-gambarAnda bisa mengumpulkan gambar-gambar mengenai kehidupan sehari-hari dari koran dan majalah yang sudah tidak dibaca atau kalender yang sudah tidak dipakai, misalnya gambar orang sedang naik bis, gambar ibu membuat kue, gambar anak-anak pergi ke sekolah sambil bergandengan tangan, gambar petani mencari rumput di sawah, gambar orang berdoa, gambar orang memegang Buku, gambar pengemis di pinggir jalan, atau juga juga gambar buah-buahan, gambar binatang, pohon-pohon dan sebagainya. Tempelkan gambar-gambar tersebut satu per satu pada kertas karton yang berukuran sama agar rapi. Susunlah gambar-gambar sesuai dengan urutan agar dapat membentuk cerita. Gambar-gambar ini dapat anda gunakan sebagai alat peraga saat ingin menjelaskan kisah tertentu pada anak-anak, misalnya menunjukkan contoh penerapan, kejadian tertentu atau hal lain sesuai dengan tema dan tujuan pelajaran yang akan anda sampaikan.

Surat Kabar/Koran bekas
Koran bekas dapat dilipat dan dibentuk menjadi beraneka ragam "topi," seperti topi bajak laut, topi koki, topi perawat, topi minang, mahkota raja dan sebagainya. Selain itu, koran bekas juga dapat dibuat baju, jubah, sarung dan sebagainya. Topi dan baju dari koran bekas ini dapat dikombinasikan dan digunakan saat anda ingin memerankan tokoh tertentu dalam cerita yang akan anda sampaikan,

Boks Pasir
Buat kotak dari papan kayu dengan ukuran panjang dan lebar 50 cm dengan ketinggian 30 cm atau menurut ukuran yang anda inginkan. Ayaklah pasir dan cucilah bersih serta masukkan dalam kotak. Anda dapat membuat gunung, lembah, jalan dan tempat kejadian dengan boks pasir ini. Anda juga dapat melengkapinya dengan orang-orangan, pohon-pohonan atau rumah-rumahan dari kertas.

Lain-lainDemikian pula sepatu bekas, botol bekas, ranting pohon, maupun benda-benda yang ada di sekitar anda dapat digunakan sebagai alat bantu mengajar, tentunya sesuaikan dengan tema dan tujuan cerita yang akan anda sampaikan.


Bagaimana Menggunakan Metode Diskusi?

Metode diskusi menghasilkan keterlibatan murid karena meminta mereka menafsirkan pelajaran. Dengan demikian para murid tidak akan memperoleh pengetahuan tanpa mengambilnya untuk dirinya sendiri. Diskusi membantu agar pelajaran dikembangkan terus-menerus atau disusun berangsur-angsur dan merangsang semangat bertanya dan minat perorangan. Tidak ada cara lain yang lebih sesuai untuk menjamin pengungkapan perorangan atau penerapan pelajaran.

Metode diskusi tidak sekedar perdebatan antar murid atau perdebatan antara guru dan murid. Juga diskusi tidak hanya terdiri dari mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan menerima jawabannya. Diskusi ialah usaha seluruh kelas untuk mencapai pengertian di suatu bidang, memperoleh pemecahan bagi sesuatu masalah, menjelaskan sebuah ide, atau menentukan tindakan yang akan diambil.

Para murid akan segera merasa apakah guru mengajukan diskusi yang sejati atau hanya memberi kesempatan beberapa orang murid mengemukakan pendapat mereka sebelum ia sendiri memberi jawaban yang menentukan. Agar diskusi bisa produktif harus ada suasana keramahan dan keterbukaan. Diskusi yang bermanfaat didasarkan atas rasa saling menghormati pendapat setiap orang yang hadir. Pemimpin diskusi dengan ikhlas mengajak yang lain untuk ikut serta dalam suatu usaha bersama.

Peranan guru yang memimpin suatu diskusi lebih sukar daripada bila ia memakai cara mengajar yang lain. Cara ini meminta persiapan yang seksama dan bimbingan yang cakap. Guru harus mempunyai latar belakang pengalaman dan simpanan pengetahuan agar dia bisa memimpin sebuah diskusi secara kreatif.

Meskipun pertanyaan atau masalah yang akan dibicarakan mungkin diajukan oleh seorang murid atau diketengahkan oleh guru, diskusi itu akan lebih menarik apabila membicarakan suatu masalah nyata yang berkaitan dengan kebutuhan kelas. Pentinglah bahwa masalah itu dikemukakan sedemikian rupa sehingga semua orang bisa mengerti sifat dan maknanya.

Selama diskusi pemimpin akan memakai pertanyaan dan komentar untuk memusatkan perhatian pada pokok persoalannya dan dengan demikian meneruskan diskusi tersebut. Kadang-kadang, guru perlu mengulangi dan meringkaskan apa yang telah dibicarakan atau yang disimpulkan. Gurulah yang akan menentukan suasana sepanjang diskusi itu. Ia harus bisa merasa kapan ia harus membatasi mereka yang terlalu banyak bicara atau mendorong mereka yang ragu-ragu untuk ambil bagian.

Guru juga harus memberitahukan di mana murid menemukan bahan dan keterangan yang perlu. Dalam hal diskusi teologia atau Bukuiah, ia harus menyarankan bagian-bagian Buku yang berkaitan atau sumber-sumber keterangan lain. Ini tidak berarti bahwa guru yang harus menjawab semua pertanyaan. Sebaliknya, ia akan membantu para peserta menemukan jawaban-jawabannya.

Banyak diskusi yang berakhir dengan keputusan mengenai tindakan yang harus diambil. Seorang penulis menyarankan langkah-langkah berikut untuk memakai metode diskusi dengan baik:

Pengertian yang seksama akan masalahnya.
Cara-cara yang mungkin dilaksanakan untuk memecahkan masalah tersebut.
Keputusan mengenai suatu tindakan tertentu.
Menetapkan sarana guna melaksanakan keputusan.
Melaksanakan keputusan.
Mengevaluasi hasil-hasil.

Metode diskusi akan berhasil apabila dipakai untuk orang dewasa dan juga kaum muda. Namun demikian, mengadakan diskusi dengan anak-anak merupakan pengalaman yang menyenangkan juga. Seringkali para guru menjadi terheran-heran mendengar pertanyaan-pertanyaan atau pendapat-pendapat yang dikemukakan anak-anak itu.



Penutup

Saya bersukur kepada Allah bahwaaya telah menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya

Terima kasih saya sampaikan kepada berbagai pihak yang telah membantu saya dalam penulisan makalah ini saya minta kritikan dan saran atas segala kelemahan, kekilafan, kesalahan saya dalam penulisan ini

Penulis


By. Ridhwan, A.Md
GTT SMPN1 LBS